Welcome to Priscilla Novani journey... close ×
+

Who You Are

With Granny Queen Elizabeth

Foto yang ngarep.com banget!! Hahaha ngarep punya granny seperti Beliau atau bisa foto dengan beliau hanya dengan menggunakan celana pendek sambil meluk seperti itu? Ha?! Kalau beneran jadi cucu dari sang Ratu apa sih rasanya?? Pasti bangga banget dong!

Pernah gak sih kepikiran apa rasanya punya granny yang seperti Ratu Elizabeth?? Seseorang yang terpandang, keluarga kerajaan, punya kekuasaan yang levelnya dunia. Siapa yang berani cari gara-gara dengan profil keluarga seperti itu? Dimana-mana dihargai dan dihormati.

Punya banyak asisten, kalau ada masalah banyak yang bisa bantuin. Mau ngurus surat-surat?? Gak perlu turun tangan sendiri, ada asisten yang turun tangan beresin semuanya. Ada masalah apa lagi?? Duit?? Rasanya duitnya agak tidak berseri yak. Mau beli baju atau mobil terbaru? Bukan jadi masalah. Semuanya bisa diatur.

Berada di sebuah keluarga atau menjadi seorang anak atau kerabat dari seseorang yang berkuasa tentunya punya banyak keuntungan. Bukan berati tidak ada kekurangan. Contoh sederhana, berada di keluarga yang selevel itu tentunya menjadi soroton publik, berasa seperti selebritis aja deh. Seluruh gerak gerik kita diamati banyak orang. Dikira enak punya asisten yang selalu mengikuti kemanapun ? Terkadang kebebasan bergerak jadi terbatas. Ada banyak aturan yang harus diikuti. Ada sebuah nama besar yang harus dijaga dengan hati-hati.

Lain lagi kisah yang satu ini…

Ada seorang anak dari keluarga yang cukup terpandang dibuli oleh teman-temannya karena dia hidupnya cukup sederhana dibandingkan lainnya. Teman-teman yang lain, setiap pergantian tahun ajaran selalu ganti mobil keluaran terbaru, atau jalan-jalan keluar negeri. Dia sempat minta ke ibunya untuk dibelikan mobil terbaru hanya untuk mengantarkan dia sekolah. Untung ibunya sangat bijak, tidak membelikan anaknya mobil hanya untuk kepentingan ego dan emosi sesaat. Ibunya mengajarkan kepada anak ini untuk tidak terpancing dengan gaya hidup yang jor-jor’an. Bukan berarti mereka tidak mau membelikan, tapi karena belum waktunya. Sang Ibu mendapatkan ide bagaimana supaya anak ini punya suatu kebanggan tapi itu bukan dari harta kekayaan Bapak Ibunya. Ibu ini menjelaskan kepada anaknya yang masih dibangku sekolah ini tentang latar belakang keluarga dan siapa sebenarnya sang Ayah. Ayahnya adalah seorang yang punya pengaruh besar dan sangat disegani oleh masyarakat. Anak ini lahir disebuah keluarga yang terpandang.

Anak ini diajarkan untuk bangga dengan dirinya sendiri dan nama harum yang dimiliki ayah dan keluarga besarnya. Bukan tentang berapa banyak uang yang dimiliki atau apa yang dipakai. Sang Anak sangat beruntung berada di keluarga yang bisa memberikan legacy yang luar biasa.

Apa kaitan dari kedua kisah tersebut?

Terkadang kita sebagai anak dari keluarga terpandang seperti itu bisa lupa siapa kita dan siapa keluarga kita. Seberapa pengaruh nama besar keluarga terhadap kehidupan kita sehari. Bukan hanya tentang status dan keuangan. Seperti anak tersebut, dia lupa siapa dia sebenarnya. Ada yang jauh lebih bisa dibanggakan daripada sekedar harta, yaitu sebuah nama baik.

“A good name is more desirable than great riches; to be esteemed is better than silver or gold.”

Proverbs 22:1 NIV

Sebagai seorang anak terkadang lupa bahwa dia punya segalanya dirumahnya, bahwa apa yang ada dirumahnya adalah miliknya. Terkadang lupa untuk mensyukuri apa yang dimiliki dan menginginkan yang lainnya lagi. Hanya karena dikompori oleh lingkungan yang suka show off. Hanya karena membandingkan dirinya dengan orang lain. Terkadang lupa bahwa dia terlahir dari keluarga yang mampu dimana orangtuanya sanggup memberikan bantuan ketika anaknya sedang butuh bantuan.

Terlebih lagi kita sebagai anak terkadang lupa jatidiri kita sebenarnya.  Bahwa siapapun engkau, tidak peduli engkau terlahir dari keluarga yang kaya atau miskin, keluarga yang terpandang ataupun terlahir dari keluarga yang hancur. Orang tuamu punya reputasi yang mengharumkan atau reputasi yang kacau.

Apapun latar belakangmu… Jika engkau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatmu, engkau adalah anak dari Raja segala raja. Engkau adalah anak dari orang yang paling berkuasa dimuka bumi ini. Anak dari seseorang yang menciptakan langit dan bumi. Anak dari sesorang yang memegang masa depanmu. Ada yang berani macam-macam dengan hidupmu? Pray to Him! Masalah boleh datang, tapi ingat siapa kita dan siapa yang berada di belakangmu! Ada seseorang yang luar biasa berkuasa ada dalam hidupmu. Dia lebih dari seorang petinggi negara atau keluarga kerajaan yang ada dibumi ini.

And if our God is for us, then who could ever stop us.

And if our God is with us, then what could stand against.

Ingatlah akan identitasmu. Identitas kita sebenarnya adalah bukan apa kata orang, tapi apa kata Tuhan terhadap hidupmu.

“Oh yes, you shaped me first inside, then out; you formed me in my mother’s womb. I thank you, High God—you’re breathtaking! Body and soul, I am marvelously made! I worship in adoration—what a creation! You know me inside and out, you know every bone in my body; You know exactly how I was made, bit by bit, how I was sculpted from nothing into something. Like an open book, you watched me grow from conception to birth; all the stages of my life were spread out before you, The days of my life all prepared before I’d even lived one day.”

Psalm 139:13-16 MSG

Share : facebooktwittergoogle plus
pinterest


No Response

Leave us a comment


No comment posted yet.

Leave a Comment

©2016 PriscillaNovani All Rights Reserved